raga ini sedang dirundung murung
kemanakah duhai engkau tabayyun
apakah alamat rumahmu di gunung
kemana harus kubawa jiwa merenung
aku mengira engkau berada di desa
namun berita menyebut engkau di kota
dimanakah engkau duhai tabayyun
teganya engkau biarkan jiwa terhuyung
duka telah menyelimuti lorong zaman
sedih dan lara sudah menjadi keseharian
dimana tempat persembunyianmu
sungguh kabari aku dimana bisa bertemu
punggung-punggung do’a terpasung
raga dan jiwa terpaku mematung
aku mencarimu wahai tabayyun
atau aku harus menjadi majnun
Cimahi, 14 Desember 2016
Illustrasi: www.iqbalnurhadi.com
Keterangan: Tabayyun = Klarifikasi
Syantrie Aliefya
No comments:
Post a Comment