hujan fitnah terjadi di bulan Juni
menjadi nisbah risau panjang sehari-hari
tertumpuk si pemabuk bergaya sana sini
menunggu dipetik pinang tak pernah menjadi
hujan sumpah serapah di bulan Juni
mengisi lorong waktu di sepanjang hari
bahagianya melihat parodi di sebuah negeri
parodi selebriti yang dimainkan politisi
hujan hoax di sepanjang bulan Juni
tak pernah sedikit pun dipagari
kesalahan terus dicari terus digali
di dalamnya sarat caci-maki tak henti
hujan hujatan dan pembelaan di bulan Juni
bergerak bergemuruh di jantung de-ka-i
riuh rendah dan tepuk tangan aktor politisi
memenuhi ruang media di pusat negeri
hujan artikel kompasiana di bulan Juni
menyuguhkan pemikiran cerdas para pemerhati
menjadi kabut penyejuk tingkah diri yang emosi
meskipun ada yang panas terbakar tersulut api
hujan puisi dan fiksi di bulan Juni
memenuhi halaman kompasiana, di sini
semuanya ingin berbakti kepada pertiwi
mengawal perjalanan demokrasi di NKRI
Sumber : Kompasiana
Sajak Politik Syantrie Aliefya

No comments:
Post a Comment