Saat berdiri di pintu perbatasan
desah nafas tersusun rapi berirama
sedikit ragu menyeret kaki yang lunglai hanya memandang di megah sebuah tugu
Entingkong - Malaysia
hanya jeda yang hentikan bimbang
berdiri saja di persimpangan
sisi kemakmuran sebuah negeri
yang berapi-api sejahterakan warga
\
dan sisi kegalauan negeri yang lain
yang tetap semangat menjadi pencuri
di negeri penuh korupsi
tempatku, kini, tinggal
Sumber : Kompasiana
Sajak Nusantara Syantrie Aliefya

No comments:
Post a Comment