NAMUN PASTI

Pelan namun pasti dan entah mengapa
cahaya itu seakan mulai redup
bahkan tak terasa lagi kemilaunya
Jauh bahkan semakin tak terjangkau

kasihmu yang pernah kau tawarkan ...
kasihmu yang pernah kau tawarkan
hilang karena aku belum sirna

Kini wadah tetes embun itu berdebu
bahkan mulai terlihat garis retak
Bagaimana aku bisa menampung cintamu
dengan cawan kotor dan berlubang?

Bagaimana aku bisa merasakan dekapanmu
jikalau aku telah mati oleh bagian hitamku?
Hangatkan lagi cahayamu kasih
Terangi hitamku hingga sirna aku.

Arif Budiman
2 Mei 2015

No comments:

Post a Comment

My Instagram